Hujan dan Teduh

4

November 13, 2011 by kanesty

Hujan dan Teduh
Pengarang: Wulan Dewatra
Penerbit: Gagas Media
Tahun terbit: 2011
 
Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh.
Pernahkah kau mendengar kish mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu
 

Lagi-lagi saya jatuh cinta pada cover buku. Cantik banget kaan covernya? Waktu saya baca cover belakangnya, saya jatuh cinta lagi dengan kata-katanya. Aaa langsung masuk list to-read deh. Hingga akhirnya saya sempat juga melahap buku ini. Beli? nope. Pinjam, tentu saja 😀

Kisahnya simpel saja: liku perjalanan cinta Bintang yang terbilang kelam. Sempat terjerumus kisah cinta sesama jenis dengan Kaila yang berakhir tragis, jatuh-bangun hubungannya dengan Noval, dan perjalanan hidupnya sebagai seorang wanita.

Membaca buku ini, rasanya saya melihat fenomena-fenomena kehidupan remaja (aih, kaya saya udah tua aja), well, anak SMA sampai seusia saya sekarang ini ditampilkan dalam versi novel. Sudah sering kita dengar, namun samasekali baru dalam novel.

Ohya, ngomong-ngomong novel ini merupakan juara pertama kompetisi 100% Roman Asli Indonesia, dan saya sependapat bahwa predikat ini pantas, tidak dilebih-lebihkan. Ide cerita yang tak biasa, karakter yang kuat, gaya cerita yang pas, tak berlebihan, dan terlebih lagi karena topik semacam ini dibawakan oleh penulis yang seumuran sama saya. Hei, biasanya topik semacam ini dibawakan oleh penulis dewasa. Tingkat kedewasaan saya sama penulisnya beda jauh ya sepertinya, hahaha.

Namun bukan berarti tanpa cacat. Saya bertanya-tanya mengapa alur campuran yang digunakan penulis, terasa nanggung dan kurang nge-blend. Alur mundur dan maju disatukan dalam satu bab dan hanya ditandai dengan perbedaan format font saja, italic untuk masa lalunya bersama Kaila. Padahal mungkin lebih baik jika ada petunjuk lebih mengenai perubahan alur, seperti mencantumkan waktu (bulan dan tahun) di awal part alur yang berbeda. Lebih baik lagi jika alur maju dan mundur dipisahkan dalam bab yang berbeda. 


Empat bintang untuk buku ini, karya perdana yang luar biasa 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Hujan dan Teduh

  1. faraziyya says:

    iya nih, tertarik baca buku ini tiap mampir gramed,
    tp ya mau baca, bukan mau beli 😛

  2. ~Amela~ says:

    emang desain cover itu juga jadi nilai plus buat sebuah buku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: