Sekelumit tentang 99 Cahaya di Langit Eropa

4

January 29, 2012 by kanesty

Hmm..sebenarnya saya merasa tidak puas dengan review di post sebelum ini. Ada yang tanya kenapa? (yah, ngga ada juga gapapa sih, saya tetep cerita) Karena…well, u see..terakhir kali saya bikin postingan adalah bulan Desember. Rentang waktu yang tidak sebentar, terlebih selang waktu tersebut tidak saya gunakan dengan aktivitas menulis lainnya. Tetapi tentu ada alasan yang lebih utama: karena buku ini menguak banyak hal, lebih besar daripada jumlah halaman buku ini sendiri. Sungguh banyak yang ingin saya bagi mengenai buku ini. Di antara sekian banyak hal, inilah yang bisa saya tulis:

1. Mengapa 99?

Pertama saya pikir, mungkin angka 99 ini merujuk pada jumlah babnya (oke, toyor saya). Tapi ternyata, menurut Mbak Hanum, 99 ini mengacu pada Asmaul Husna, 99 nama dan sifat Allah. Kurang lebih, penulisnya ingin menunjukkan kesan bahwa di langit Eropa pun, yang muslim menjadi minoritas di sana, cahaya islam dan rahmat Allah tetap terang-benderang melingkupinya. Masha Allah 🙂

2. Untuk Menyeru pada Kebaikan, Diperlukan Hati yang Besar

Selama membaca ini, saya terpesona dengan sikap seorang Fatma Pasha.Tak urung saat ada beberapa oknum yang melecehkan keyakinan, saya langsung naik darah. Terutama jika cara melecehkannya dengan fitnah dan omong kosong yang memuakkan. Ingin rasanya melabrak langsung. Tentu yang saat itu berada dalam pikiran saya, bukanlah kata-kata bijak yang menyejukkan hati. Justru malah mencaci si oknum.

Tapi apa yang dilakukan Fatma saat mendengar Islam yang dilecehkan oleh orang meja sebelah saat berada di cafe? Ia justru membayari menu yang mereka pesan tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Tak lupa saat beranjak, ia tinggalkan email, menawarkan diskusi mengenai Islam. Catat, bukan debat melainkan diskusi.

Membacanya dan berkaca pada diri sendiri, saya merasa bangga pada Fatma dan malu pada diri saya sendiri. Betapa Fatma dengan dingin kepala menghadapi persoalan ini dengan bijak. Usahanya tentu tak sia-sia. Selang beberapa waktu, ada email datang kepadanya, ungkapan sesal telah berbicara jelek mengenai Islam. Well done, Fatma 🙂

3.  Sesuatu yang Remeh di Mata Kita, Belum Tentu Remeh bagi Allah

*plis, jangan tanya saya kenapa saya tidak melakukan repetisi untuk judul tadi. Allah memang Maha-Melihat, namun kita tidak diperkenankan untuk bertanya-tanya apakah Allah melihat melalui mata*

SYIAR MUSLIM DI AUSTRIA

1. TEBARKAN SENYUM INDAHMU

2. KUASAI BAHASA JERMAN DAN INGGRIS

3. SELALU JUJUR DALAM BERDAGANG

Lucu, ya? Inilah misi Fatma dan teman-temannya: Oznur, Latife, dan Ezra agar menjadi agen muslim yang baik di Austria. Pada kenyataannya, hal-hal yang nampak sepele seperti senyum saja, justru berdampak besar. Ezra tersentuh untuk masuk islam, bukan karena khotbah berkepanjangan, namun justru karena senyum ramah Latife (baca detailnya di buku ya :D). Kalau niatnya sudah lurus, amal sekecil apapun pasti nilainya akan menjadi besar :).

4. Antara Mezquita dan Hagia Sophia

Dari buku ini, kita dapat menarik sebuah simpulan bahwa Mezquita dan Hagia Sophia memiliki persamaan dan perbedaan yang sama mencoloknya. Mezquita di Cordoba dan Hagia Sophia di Turki, keduanya merupakan sama-sama penanda tumbangnya satu kekuasaan oleh kekuasaan yang lain. Bedanya, Mezquita merupakan masjid yang dialihfungsikan menjadi gereja setelah kekhalifahan Islam jatuh. Sedang Hagia Sophia, merupakan gereja yang dialihfungsikan dan dihiasi dengan ornamen-ornamen islam setelah Islam jaya di sana.

Ada fakta yang lebih menarik lagi? Tentu ada.

Melalui buku ini, Mbak Hanum menceritakan pada pembacanya bagaimana keadaan dua bangunan itu.

Bagi ummat muslim yang berkunjung ke Mezquita, yang dapat dirasakan adalah luka. Ornamen berbau islam seperti kaligrafi yang menghiasi langit-langit bangunan tersebut, dipreteli hingga tersisa sedikit saja, tak bermakna lagi. Mihrab masjid tersebut, satu-satunya bukti bahwa Mezquita dahulunya sebuah masjid, dikunci rapat-rapat. Shalat ataupun bersujud saja, tidak diperbolehkan. Bagaimana rasanya, berdiri di depan ‘bekas’ masjid? Saya yang hanya melihat melalui buku ini pun, merasa pilu.

Sedang Hagia Sophia, hingga kini tidak ada yang kurang satu pun dari bentuk aslinya. Masjid ini memajang kaligrafi Allah, Muhammad, serta kalimat-kalimat ayat suci, tetapi tetap membiarkan elemen kekristenan bertengger di sana. Meski namanya masjid, namun sebenarnya bangunan ini berfungsi sebagai museum. Cerita mbak Hanum, ada kebanggaan yang luar biasa saat melihat Hagia Sophia ini. Bukan hanya mbak Hanum dan suaminya yang merasakan kebanggaan, melainkan  juga Ranti Tobing pemandu mereka, yang Kristiani tulen. Ia bangga bahwa leluhurnya dapat membangun karya yang begitu megah pada masanya.

Saya juga bangga. Bagaimana leluhur muslim saya mengajarkan kebesaran hati dan toleransi. Tidak, saya tidak sedang membicarakan tentang kaligrafi yang digantungkan di antara lukisan-lukisan Bunda Maria. Sesungguhnya saya pun masih bertanya-tanya bagaimana pandangan ahli ilmu mengenai hal ini. Setidaknya Hagia Sophia tidak difungsikan sebagai tempat shalat ataupun ibadah lainnya.

Yang saya banggakan, bahwa saat kekhalifahan islam menguasai suatu daerah, mereka tidak serta merta jumawa, “Kamilah yang berkuasa, binasa kalian yang selain dari kami.” Tidak. Mereka hanya tiga hari saja menikmati harta jarahan. Setelahnya, apa yang ada di daerah yang ditaklukan tetaplah pada tempatnya. Tetap ada tempat bagi umat beragama lain untuk hidup dengan damai. Inilah yang diajarkan islam, islam adalah damai. Islam juga toleransi, tentu dengan batas-batas yang telah ditentukan.

Bandingkan dengan Cordoba dan Granada. The City of Lights pada masanya ini, setelah jatuh di tangan Isabella dan Ferdinand, seluruh wilayah di-kristenisasi secara agresif. Ummat muslim maupun Yahudi, dipaksa pindah agama. Penggunaan bahasa dan tradisi Arab dilarang keras. Bahkan ada pembentukan kepolisian khusus untuk mengawasi muslim dan yahudi yang sudah terpaksa berpindah agama. Tak lain untuk memastikan tidak ada dari mereka yang diam-diam memeluk islam atau yahudi. Semuanya dimusnahkan. Bahkan diberlakukan kewajiban untuk menggantung daging-daging babi di pintu rumah dan kedai sebagai bukti kesetiaan terhadap Isabella. Maka bagaimana tidak, daratan Eropa menjadi trauma terhadap agama. Bagaimana tidak, sekuler dan atheis menjadi panutan yang dielu-elukan saat ini.

5. Mengenai Ayse

Ayse, atau penulisan aslinya Ayşe, adalah anak pertama dari Fatma Pasha, seorang kawan dari mbak Hanum yang diceritakan di buku ini. Nama yang lucu dan menarik hati. Penasaran, saya mencari arti dari nama ini. Usut punya usut, ternyata Ayşe merupakan ejaan Turki untuk Aisyah :D. Ahaha, ini cuma random fact aja sih. Pengen juga ntar punya anak namanya Ayşe :3.

Bagaimana menurut teman-teman? Adakah hal menarik lainnya yang didapat setelah membaca buku ini?

Advertisements

4 thoughts on “Sekelumit tentang 99 Cahaya di Langit Eropa

  1. Assamu’alaykum edist, blog mu kereen!!! 😀

    Oia, tentang Hagia Sophia, ia dijadikan sebagai tempat untuk melaksanakan sholat Jumat pertama kalinya tepat setelah Konstantinopel ditaklukan oleh Muhammad Al Fatih dan pasukannya, lalu kemudian difungsikan seterusnya sebagai masjid. But, ketika kekhilafan berakhir, dan berganti menjadi sekulerisme, masjid ini dijadikan museum.

    Alhamdulillah, kini Hagia Shopia sudah difungsikan kembali menjadi masjid oleh Perdana Menteri Erdogan, semoga menjadi awal yang baik bagi Turki untuk mengembalikan ruh khilafah Islamiyah 😀

    dan, melihat Mezquita, memang sedih karena banyak sekali ornamen-ornamen Islam yang dirusak. Tapi, bangunan itu tetaplah membanggakan karena menjadi bukti kejayaan Islam dan kontribusinya sebagai pelopor kemajuan Eropa Modern.

  2. Bangun Riza Altirais says:

    Klo liat filmnya, ga kuat klo ga nangis… betapa Islam telah mengajarkan qta untuk saling menyayangi walaupun itu terhadap umat lain.. dan akhir dari semua kegiatan qta di dunia ini tak lain adalah kematian..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


me? random & unpredictable.

i’ve got this :D

January 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: