Samapta Part 0.5: Briefing

Leave a comment

August 15, 2012 by kanesty

Malam sebelum samapta dimulai, diadakan briefing  di Pusdiklat BC. Kami menerima arahan-arahan dari penyelenggara. Disana, kami dijelaskan kewajiban dan hak peserta diklat. Namun saat menjelaskan hak-hak peserta, penyelenggara selalu menambahkan kalimat ini di akhir bagian: “tapi tidak berlaku untuk siswa (sebutan untuk peserta diklat BC) samapta ya,” sambil senyum-senyum ganjil. Kalau gitu kenapa dijelasin pak =___=.

Setelahnya, kami dibagi per kelas untuk mengikuti upacara penyambutan (masih memakai seragam hitam putih, khas ccpns bea cukai), dan setelahnya dipanggil per kelas untuk memasuli aula Padang Sudirdjo, mengambil atribut yang akan kami gunakan selama samapta. Ternyata pemanggilan secara acak. Meski saya kelas A, tapi dipanggil paling akhir.

Pembagian atribut itu sempat bikin saya bete. Pertama, ternyata sepatu tidak dibagi per orang, akan tetapi dikumpulkan per size dan siswa disuruh mengambil sendiri. Tapi rupanya pengadaan sepatu ini baru sebagian saja sehingga waktu giliran kelas saya, size yang tersisa tinggal size 42 ke atas. Gede bangeeet. Kemudian saat saya mendatangi paket saya, hanya saya yang bungkusnya tidak appropriate. Yang lain dilabeli dengan rapi, sedang saya cuma ditulisi dengan spidol, langsung di plastiknya. Mencurigakan.

Ternyata isinya pun satu stel baju (harusnya dapat dua) PDL tanpa nama (padahal seharusnya setiap siswa sudah ada namanya) dengan size berbeda jauh dengan yang saya pesan pula. Baju kebesaran, celana kekecilan. Entah, sepertinya saya terlupakan sama pihak pengadaannya, lalu dikasih sisaan. Sediiih. Akhirnya saya ngubek-ngubek paket tak bertuan (ada beberapa orang yang tak datang memenuhi panggilan), lari kesana kemari mencari seragam.

Setelah itu, kami dipersilakan memasuki asrama C atau lebih dikenal dengan barak, untuk beristirahat disana, rumah kami selama lima minggu ke depan. Fyi, jangan harap menemukan kasur nan empuk disana.

Namanya juga barak. Setiap lantai, hanya tersedia aula luas yang di kedua pinggirannya terdapat jejeran kamar mandi. Di aula itu, berjejer sekitar 35 velbed sebagai alas tidur. dua jenis velbed yang kami temui: hijau militer polos dan loreng-loreng. rawr :3

Masing-masing dari kami diberikan satu buah loker untuk menyimpan semua keperluan. Di tengah-tengah, ada sebuah rak kayu, bentuknya aneh, entah untuk apa (di kemudian hari saya mengerti rak tersebut digunakan untuk menyimpan senjata). Sudah, begitu saja keadaan barak kami.

Teman-teman saya sibuk membereskan barangnya. Memindahkan isi koper ke lemari. Sementara saya?

Berhubung saya bete sama kejadian pembagian atribut tadi, saya tidak punya niat untuk membereskan barang. Markidur saja. Mari kita tidur!

Next>>

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: