Bosen sama Sholat yang Gitu-Gitu Aja?

Leave a comment

December 8, 2013 by kanesty

Judulnya agak gimana gitu ya, mohon maap buat yang langsung tersulut emosinya pas baca.

“Sholat kok bosen? Gimana sih ngerjain sholatnya?”

Tapi kenyataannya mungkin ada juga yang merasa seperti itu. Shalat ngga ada bedanya sama mandi dan makan, rutinitas yang bisa saja mengalir tanpa melibatkan kesadaran penuh.

Allahu akbar…aamiin…Qulhu…tau-tau selesai. Kaya angin lalu. Wuuush….hilang tanpa bekas.

Duh kalo kaya gitu gimana juga ya pahalanya? cuma hampir menyentuh catatan amal tapi kemudian berlalu-kah? Naudzubillahi min dzaliik….

Banyak faktor yang menyebabkan sindrom di atas. Namun terutama karena kita menyepelekan sholat. Karena dianggap sepele kemudian akhirnya asal-asalan, yang penting menggugurkan kewajiban. Padahal kalau kita gak khusyu, yakin nih Allah ridha sama sholat kita? Kita aja kalo dengerin orang yang ngomongnya ogah-ogahan, ga ada poinnya aja males dengerin ya. Ya sama aja kalo kita sholat asal-asalan. Gimana Allah mau nerima shalat kita sedang kita sendiri ngga berusaha membuat shalat kita layak diterima.

Padahal ada banyak hal yang perlu kita ketahui tentang sholat loh. Tahu hal-hal yang berkaitan dengan shalat juga membantu kita mulai menaruh perhatian lebih pada shalat. Jadi tertantang untuk mulai menyempurnakan shalat kita. Misalnya, posisi shalat yang benar, coba perhatikan poin-poin di bawah ini:

1. Saat takbiratul ihram, sudahkah telapak tangan menghadap depan? Atau masih menghadap telinga?

2. Saat ruku’, sudahkah membungkukkan badan hingga membentuk sudut 90 derajat?

3. Saat sujud, sudahkah hidung kita menyentuh alas shalat? Sudahkah siku terangkat, tidak meneyntuh lantai? Kedua telapak kaki, sudahkah rapat satu sama lain?

Kalau stage posisi rukun shalat sudah terpenuhi, ada stage selanjutnya yang harus diperhatikan, misalnya bacaan. Kunci untuk tidak membuat shalat terasa seperti rutinitas adalah banyak membuat variasi pada shalat. Maksudnya?

Maksudnya variasi bukan pada rukun shalat ya ibu bapak…melainkan memvariasikan bacaan surat kita pada rakaat pertama dan kedua setelah al Fatihah. Hafalan baru membuat kita stay focus pada shalat. Penulis sudah membuktikannya sendiri lhooo :3

Sudah terpenuhi juga? Nah, guru tahsin saya baru saja sharing tentang adab membaca surat setelah al Fatihah. Sambil mencatat, saya berpikir, wow, adab yang seperti ini benar-benar membuat kita terdorong untuk benar-benar memperhatikan Al-Qur’an!

Bahwa katanya, ada tiga adab mengenai bacaan surat, pergerakan surat yang dibaca dari rakaat pertama ke rakaat kedua:

1. Hendaknya nomor surat yang dibaca saat rakaat pertama lebih kecil daripada rakaat kedua.

Jadi, baca surat Al-Ikhlas dulu baru Al-Falaq atau An-Naas. Kalau Al Mauun dulu baru Al Fiil itu istilahnya ‘sungsang’. Nabi SAW tidak pernah membaca dengan cara yang demikian pada shalat wajib. Sedang pada saat shalat sunnah pernah yaitu saat beliau diikuti sahabat, ternyata shalatnya lama sekali :O. Beliau membaca surat Al-Baqarah, kemudian lanjut surat An-Nisa, lanjut Ali Imran, barulah ruku’.

2. Hendaknya panjang surat rakaat pertama lebih panjang daripada surat yang dibaca pada rakaat kedua

3. Hendaknya isi surat yang dibaca pada rakaat pertama berkaitan dengan isi surat rakaat kedua. Saling berhubungan gitu. Ustadz mencontohkan surat Al-Fath dengan An-Nashr. Sama-sama tentang futuh toh…

Saya berfikir, betapa shalat memang amalan istimewa. Melatih kita memenuhi adab-adab di atas secara tidak langsung melatih kita untuk menaruh perhatian lebih pada Al-Qur’an, mengenali struktur surat pada Al Qur’an, dan bersungguh-sungguh mentadabburi ayat demi ayat, surat demi surat. Hingga kita berfikir kaitan ayat demi ayat, Masya Allah :’)

Eniwei beswei sayang sekali saat saya tanya riwayat hadits atau sumbernya pada beliau, beliau cuma jawab “secara umum (riwayatnya) seperti itu”–yang saya maklumi karena kita lagi belajar tahsin bukan lagi kuliah. Yah sayang sekali. Saya tidak ragu dengan kemampuan beliau, fyi para pembaca. Bagi para pembaca yang mengetahui lebih jauh tentang adab ini dan apalagi mengetahui dasar adab ini dan juga ditakdirkan membaca postingan ini, sudilah kiranya Anda sharing ilmu dengan saya dan juga pembaca lainnya :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: